h1

Lembah Karmel Digeruduk Massa

August 11, 2007

TEMPO Interaktif, Cianjur:Sedikitnya 2000 orang yang berasal dari Cianjur, Bandung, Tasikmalaya, dan Jakarta mendatangi lokasi Lembah Karmel di Kampung Babakan Hilir Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi, Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (20/7). Mereka memprotes pelaksanaan Konferensi Tritunggal Mahakudus yang diikuti para pastur dari seluruh dunia di pusat ziarah keagamaan tersebut, 24-29 Juli 2007 mendatang.

Aksi ribuan massa tersebut dimulai dengan konvoi yang dilakukan dari Masjid Siti Hajar, sekitar 1 kilometer dari lokasi Lembah Karmel, usai salat Jumat. Meskipun sudah mengerahkan ribuan massa, mereka tidak berhasil menembus ke lokasi Lembah Karmel lantaran dihadang aparat kepolisian yang disiagakan di pintu gerbang. Di tempat tersebut, massa pun melakukan orasi memprotes pelaksanaan konferensi tersebut.

Panglima Gerakan Aksi Reformis Islam Cianjur Chep Hernawan mengklaim, umat Islam di seluruh Jawa Barat menolak kegiatan konferensi yang dilakukan di wilayah Cianjur tersebut. Menurut Chep, pihak Lembah Karmel menyalahi aturan lantaran tempat tersebut bukan pusat peribadatan melainkan pusat ziarah keagamaan. “Jika kegiatan ini tetap dilaksanakan, kami akan membubarkannya dengan paksa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam, Hedi Muhammad, menegaskan bahwa pihak aparat keamanan jangan memihak dan melindungi kegiatan di Lembah Karmel tersebut. Selain itu, kata Hedi, pihaknya juga meminta Majelis Ulama Indonesia setempat agar tegas menyikapi masalah tersebut. Hedi menjelaskan, pihaknya tetap menolak kegiatan tersebut dilaksanakan dengan alasan tidak mengantongi izin. “Kami ingin bukti kalau mereka memiliki izin kegiatan. Kalau tidak, mereka harus bubar sebelum dibubarkan secara paksa oleh kami,” kata Hedi, menandaskan.

Kepala Kepolisian Resor Cianjur, Ajun Komisaris Besar Syaiful Zachri mengatakan, pihaknya mendapat pemberitahuan dari pihak Lembah Karmel. Menurut Syaiful Zachri, untuk kegiatan-kegiatan keagamaan tidak perlu mengantongi izin, cukup dengan surat pemberitahuan. “Untuk kegiatan ini kami mendapatkan pemberitahuan secara tertulis berupa tembusan dari Mabes Polri,” katanya.

Untuk masalah keberatan dari pihak umat Islam, Syaiful Zachri berjanji akan menyampaikan kepada pihak penyelenggara. Selain itu, pihaknya pun akan melakukan koordinasi dengan unsur Musyawarah Pimpinan Daerah Kabupaten Cianjur. “Kami akan membawa persoalan ini ke dalam pertemuan Muspida. Nanti, kita ketahui apakah keputusannya memindahkan kegiatan ini atau tidak. Mudah-mudahan kita bisa menghasilkan keputusan terbaik,” kata Syaiful Zachri.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa sempat bentrok dengan pihak aparat kepolisian di pintu gerbang Lembah Karmel. Massa dan aparat sempat dorong-dorongan sebelum akhirnya mereka diperbolehkan untuk melakukan orasi, tapi tidak diperbolehkan memasuki lokasi Lembah Karmel. Sekitar pukul 16.00 WIB, ribuan massa membubarkan diri lantaran tidak berhasil bertemu dengan pihak Lembah Karmel.

One comment

  1. Sebenarnya Masalah ini tidak perlu terjadi di wilayah kabupaten cianjur, semboyan cianjur adalah gerbang marhammah..
    Mari kita mawas diri, jangan mudah diadu domba.
    Salam Buat Kawanku Iwan di Kabupaten Cianjur juga, Asal dari Semarang..! Kapan Balik ke Kampung nih…
    Sukses Selalu Kabupaten Cianjur



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: